Thursday, May 29, 2008
Jaman dulu, sekarang dan masa depan
Masa lalu yang dijalani seorang anak sekolah dasar di sebuah desa (kecamatan,red) kecil yang tentu berbeda dengan anak sebaya nya di kota besar,dimana informasi dan hiburan di desa itu belum sedahsyat di kota besar.permainan gobak sodor, petak umpet, lompat tali, dan berbagai macam permainan tradisional lainnya masih menjadi permainan favorit anak-anak desa. Tapi dia bisa bercerita, bahwa dia sudah merasakan rasanya pacaran, rasanya hati berdegup kencang ketika bertemu pujaan hati,dan berjuta rasa lainnya. sebuah rasa yang lebih pantas untuk orang dewasa. Dia bercerita bak anak2 kota yang sudah di jejali berabagai informasi dan hiburan ala orang barat, yang terbiasa dengan tontonan di channel2 tv berlangganan.
Aku jadi berpikir,'di desa (kecamatan,red) kecil di jaman dulu,dia sudah bisa seperti itu,bagaimana anak-anak jaman sekarang? di masa yang akan datang?, apalagi anak-anak yang hidup di kota, tentu bisa di tebak. Mungkin mereka sudah bisa becerita kepada temannya, 'aku pacaran waktu masih TK'.ato 'aku nembak anak itu waktu aku naik ke kelas 3 SD'.hal semacam itu tidak bisa di pungkiri ada di jaman sekarang!!.
Sekali-kali kita juga harus melihat seperti apa cara pergaulan anak-anak kecil di jaman sekarang. Sebelum kita mengalami itu terjadi di masa depan, ketika anak-anak kita mengisi di jaman itu, jaman yang akan datang. Mungkinkah itu akan terjadi pada anak2 kita kelak? ketika anak2 kita yag masih duduk di bangku Taman kanak-kanak sudah bisa mengatakan 'I LOVE YOU' kepada temannya yang masih ingusan.
Hmmm...mungkin aku tidak bisa menghindari hal seperti itu. ini pun hanya semacam uneg-uneg yang ingin ku sampaikan pada kalian,sebuah opini yang mungkin luput dari pengamatan kita tentang perkembangan jaman, dari jaman dulu sekarang dan masa depan.
Tuesday, June 19, 2007
Menjawab salam ke atas nabi muhammad SAW.
Sabda Rosul, “Paling bakhilnya manusia, ketika ia mendengar namaku disebut, ia tidak mengucapkan shalawat bagiku.” (HR. at-Tirmidzi).
Semoga kita semua sudah mengerti keutamaan bersholawat kepada nabi muhammad SAW. sebab yang jadi bahasan kali ini bukan mengenai tersebut diatas. :)
Sering kali kita mendengar ustad atau khotib di mimbar sholat jumat atau diacara2 keagamaan menyebut nama nabi Muhammad SAW. dulu ketika waktu masih kecil dan di kampung, masih aku dengar dengan kompak semua orang mengucapkan sholawat ketika nama nabi Muhammad SAW di sebut.Tapi sekarang Jawaban sholawat seperti itu sudah jarang aku dengar, kalaupun aku dengar itu hanya segelintir orang :(.
Sudah Malaskah kita bersholawat ke atas nabi? Atau kita belum mengerti Pentingnya bersholawat? atau ada hal lain yang aku sendiri nggak tahu :D
Tapi semoga saja kita semua termasuk golongan orang2 yang mendapat syafaat nabi Muhammad SAW besok dihari kiamat, dengan banyaknya kita bersholawat kepada beliau :)
amin...
Tuesday, February 20, 2007
Prinsipil
Buat para Jombloers dimana pun mungkin sudah sering mendengar kata2 seperti ini, terutama dari temen2 yang berusaha mencomblagi agar punya pacar, "Kamu mau nggak sama anak itu?, nanti aku kenalin","Udah jadian ama dia aja Pren, anaknya lumayan juga kok", lalu mungkin yg di tanya akan menjawab "Udah punya pacar belum tuh anak?", "alah masih pacar aja lo, pokoknya sebelum janur kuning melengkung, itu masih milik siapa aja" --> kebanyakan jawaban yang terlontar. :P
Mungkin sebagian orang menganggap biasa ucapan seperti itu, tapi bagiku itu udah menyangkut masalah prinsip. Yup tidak menganggu hubungan orang lain adalah sesuatu yang prinsip bagiku, walapun hubungan itu hanya sebatas pacar, apalagi udah menikah, wii jangan sampe!.
Yah konsekuensinya sampe saat ini aku masih tetep menyandang status JOMBLO, pernah sih usaha mencari pacar... ehemm, tp apa mau dikata si target ternyata udah punya komitmen dengan seseorang, Hiks :(.
So, lagi2 still Jomblo, tapi bukan sembarang Jomblo tapi HQJ alias High Quality Jomblo :D.
Teruntuk seseorang yang mengusik hatiku, terima kasih :)
Wednesday, December 13, 2006
Berpalingkah kita?

Tadi malam aku di ajak temen untuk membeli martabak dan terang bulan (ceritanya traktiran nih), Aku sih ok ok aja, wonk gratis kok :D, dalam perjalanan pulang kami terlibat percakapan
Aku : "Mas X, sekarang sampeyan berlangganan koran ya?"
Mas X : "Iya nih, sekarang aku berlangganan koran, terpengaruh iklannya tantowi yahya,"
Aku : ouww (sambil ketawa cengengesan)
Mas X : "kalo ga baca koran rasanya ada yang kurang, trus kalo ada orang berbicara ttg topik terkini pasti kita plonga-plongo". Lalu aku teringat pada sebuah iklan yang kalo gak salah gini : "tanpa membaca akan mendekatkan kita kepada kebodohan, dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan".
Sejenak Aku berpikir sebegitu pentingkah membaca koran? sehingga jika tidak sehari saja membacanya kita pasti akan merasa ada yg kurang?. Lalu bagaimana dengan Al-quran kita? sudah kah kita membacanya dengan rutin dan menjadikannya bacaan wajib setiap hari layaknya koran?.
memang sih membaca koran itu penting, kita bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita, sehingga kita tidak menjadi orang yg terbelakang, Tp membaca alquran adalah lebih penting, karena alquran adalah dasar petunjuk kita agar selamat dunia akhirat.
aku jadi teringat ketika masih kecil dulu pernah belajar ngaji bahwa "salah satu dari tanda2 kiamat adalah alquran akan di lenyapkan dari muka bumi dengan tidak ada lagi yang bisa membacanya."
Mungkin hal seperti diatas tidak hanya terjadi pada temenku tadi, mungkin keluarga, teman, orang-orang di sekitar kita juga terkena syndrom koran, seakan koran lebih penting dr alquran. semoga tidak!
Alangkah baiknya jika kita bisa membaca koran tetapi membaca alquran tetap istiqomah. jika tidak bisa keduanya minimal cari 1 yang terbaik yaitu membaca alquran, jangan sampai kita sudah tidak membaca koran ditambah kita menjauh dr alquran.
semoga kita bukan termasuk orang2 yang berpaling dari alquran. Aminnn
